INFO PENDIDIKAN SUL-TENG TER UPDATE

WADAH INFORMASI PENDIDIKAN SULAWESI TENGAH

Selasa, 16 April 2013

REVISI JADWAL UN TERBARU UNTUK SULAWESI TENGAH

Berdasarkan Surat Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor : 74/MKP/LL/2013 tanggal 14 April 2013 tentang pergeseran Jadwal Ujian Nasional SMA/MA/SMK Tahun Pelajaran 2012/2013, maka di sampaikan perubahan jadwal UN SMK sebagai berikut :
 SEMULA TANGGAL SENIN,15 APRIL 2013 MENJADI SENIN 22 APRIL 2013 : BAHASA INDONESIA SEMULA TANGGAL SELASA,16 APRIL 2013 MENJADI SELASA,23 APRIL 2013 : BAHASA INGGRIS SEMULA TANGGAL RABU,17 APRIL 2013 MENJADI JUM'AT, 19 APRIL 2013 : MATEMATIKA Sementera untuk UJIAN NASIONAL PRODUKTIF KEJURUAN dilaksanakan Hari kamis,18 April 2013 Demikian info ini disampaikan untuk dapat dijadikan pedoman pelaksanaan By Admin : ABDUL HAFID,S.Pd

Minggu, 14 April 2013

Mendikbud Minta Maaf Atas Penundaan Jadwal UN di 11 Provinsi Mendikbud Minta Maaf Atas Penundaan Jadwal UN di 11 Provinsi Oleh : Desk Informasi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh meminta maaf adanya persoalan teknis yang menyebabkan jadwal Ujian Nasional (UN) 2013 tingkat SMA/MA dan paket C di 11 provinsi diundur dari jadwal semula Senin (15/4) besok. "Kami dari kementerian meminta maaf atas segala persoalan teknis yang kita hadapi untuk menyelesaikan UN ini,” kata Mendikbud M Nuh dalam jumpa pers yang digelar mendadak di Gedung A Lantai 1, Kantor Kemdikbud, Senayan, Jakarta, Minggu (14/4). Sebagaimana diberitakan sebelumnya, terkait dengan adanya kendala teknis dalam pengepakan naskah soal di percetakan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengumumkan penundaan jadwal Ujian Nasional (UN) 2013 mata pelajaran Bahasa Indonesia pada jenjang SMA/MA/SMALB/SMK dan Paket C di 11 provinsi. Ke-11 provinsi yang mengalami pergeseran jadwal UN tersebut adalah: Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. “Jumlah siswa di 11 provinsi tersebut sebanyak 1,1 juta di 3.601 SMA/MA dan 1.508 SMK. Untuk 22 provinsi yang lain sudah siap. Termasuk DKI tetap dilaksanakan sesuai jadwal yaitu mulai Senin besok,” kata M. Nuh. Mendikbud menambahkan, pihaknya telah mengkomunikasikan perihal pengunduran jadwal UN ini kepada pihak dinas pendidikan untuk disampaikan ke sekolah dan ke peserta didik. Dia juga telah melakukan komunikasi kepada sejumlah gubernur yaitu Gubernur Bali, Gubernur Kalimantan Timur, dan Gubernur Sulawesi Selatan. “Dan tentu saya jamin untuk disampaikan ke publik. Gubernur siap melaksanakan pergeseran dari jadwal semula,” katanya. Masalah di Percetakan Dalam jumpa pers itu, Mendikbud M. Nuh mengemukakan, untuk mencetak materi UN kali ini pihaknya menunjuk 6 percetakan. Dari keenam percetakan itu, 5 di antaranya sudah siap, sedang 1 percetakan yaitu Galia Printing Indonesia yang tugasnya menyebar soal ke Indonesia Tengah sedang berusaha sekuat tenaga. Kemdikbud, lanjut M. Nuh, sudah bekerja hingga dinihari untuk membantu percetakan tersebut. Namun upaya tersebut masih belum berhasil, sehingga diputuskan pelaksanaan UN di 11 provinsi baru bisa dilaksanakan pada 18 April mendatang. Direktur Ghalia Indonesia Printing Hamzah Lukman sebagaimana dikutip www.kemdiknas.go.id mengatakan, penyebab keterlambatan pencetakan karena materi yang dicetak kompleks, dan area percetakan terlalu penuh untuk menghimpun bahan materi tadi. Menurut Mendikbud, pihaknya telah menggandeng TNI AU untuk melakukan jadwal pengiriman naskah UN yang terlambat tersebut. “Ada 4 hercules, 1 foker, 1 boeing 737 yang sudah disiapkan, TNI AU, siap mendukung pengiriman ini. Setelah selesai pengepakan kita bawa ke Lanud Halim sesuai jalur dan selesai dikirimkan,” paparnya. Mendikbud menjelaskan, jadwal pelajaran yang diujikan di 11 provinsi tersebut tidak banyak berubah. Untuk jadwal hari Kamis tetap dilaksanakan Kamis, namun untuk Rabu (17/4), diganti jadi Jumat (19/4). Sementara jadwal yang sedianya diujikan pada Senin – Selasa (15-16 Apri)l berubah jadi Senin-Selasa (22-23 April). Khusus untuk jadwal UN SMK tetap berjalan seperti biasa. Adapun untuk jadwal UN di 22 provinsi lainnya, menurut Mendikbud, akan tetap dilaksanakan sesuai jadwal semua, yaitu mulai Senin (15/4) besok. "Untungnya, dalam setiap zona, Indonesia Barat, Tengah, Timur, itu soalnya berbeda. Karena soalnya berbeda, maka untuk 22 provinsi yang lain, tetap dilaksanakan sesuai jadwal, mulai Senin esok," kata M. Nuh. Saat menyampaikan konperensi pers itu, Mendikbud Muhammad Nuh didampingi oleh Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan Musliar Kasim, Inspektur Jenderal Kemdikbud Haryono Umar, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Kemdikbud Hamid Muhammad, Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) M.Aman Wirakartakusumah, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud Khairil Anwar, dan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Syawal Gultom

Sabtu, 16 Februari 2013

UN ( UJIAN NASIP) 2013

UN 2013 DISELENNGARAKAN PENUH DENGAN PERUBAHAN Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah berencana menyelenggarakan Ujian Nasional (UN) Tahun 2013 dengan melakukan sejumlah perubahan, termasuk diantaranya dengan menambah variasi soal. Saat memberikan keterangan pers soal UN 2013 di Jakarta, Kamis, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh menjelaskan, variasi soal yang tahun ini hanya ada lima macam akan ditambah menjadi 20 macam pada UN tahun depan "Setiap peserta didik dalam satu kelas akan mengerjakan soal yang berbeda semua. Ini yang diuji kemampuan perseorangan, bukan kolektif," katanya. Dia juga mengatakan tentang kemungkinan adanya kenaikan nilai standar kelulusan dari 5,5 menjadi 6 atau tetap mempertahankan nilai standar 5,5 dengan meningkatkan derajat kesulitan soal. Tahun ini proporsi kesulitan soal adalah 10 persen mudah, 80 persen sedang, dan 10 persen sukar. Formulasinya tahun depan kemungkinan menjadi 10 persen mudah, 70 persen sedang, dan 20 persen sukar. "Masih belum, akan kami matangkan bersama dengan BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan). Pemikiran untuk meningkatkan ada, dengan kenaikan tingkat kesulitan," katanya. Ketua BSNP Muhammad Aman Wirakartakusumah mengatakan, pihaknya sedang menyiapkan kisi-kisi soal UN yang harapannya selesai bulan November mendatang. "Kisi-kisi hanya bersifat lebih operasional. Bank dari kisi-kisi sudah ada," katanya.
Pergeseran Paradigma Belajar Abad 21 Tanggal : 22-12-2012 19:31, dibaca 1803 kali. PERGESERAN PARADIGMA BELAJAR ABAD 21 Tema pengembangan kurikulum 2013 adalah dapat menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif melalui penguatan sikap (tahu mengapa), keterampilan (tahu bagaimana), dan pengetahuan (tahu apa) yang terintegrasi. Diakui dalam perkembangan kehidupan dan ilmu pengetahuan abad 21, kini memang telah terjadi pergeseran baik ciri maupun model pembelajaran. Inilah yang diantisipasi pada kurikulum 2013. Skema 1 menunjukkan pergeseran paradigma belajar abad 21yang berdasarkan ciri abad 21 dan model pembelajaran yang harus dilakukan. Sedang gambar 1 adalah posisi kurikulum 2013 yang terintegrasi sebagaimana tema pada pengembangan kurikulum 2013. Sudah barang tentu untuk mencapai tema itu, dibutuhkan proses pembelajaran yang mendukung kreativitas. Itu sebabnya perlu merumuskan kurikulum yang mengedepankan pengalaman personal melalui proses mengamati, menanya, menalar, dan mencoba (observation based learning) untuk meningkatkan kreativitas peserta didik. Di samping itu, dibiasakan bagi peserta didik untuk bekerja dalam jejaringan melalui collaborative learning. Pertanyaannya, pada pengembangan kurikulum 2013 ini, apa saja elemen kurikulum yang berubah? Empat standar dalam kurikulum meliputi standar kompetensi lulusan, proses, isi, dan standar penilaian akan berubah sebagaimana ditunjukkan dalam skema elemen perubahan. Perubahan yang Diharapkan Pengembangan kurikulum­­ 2013, selain untuk memberi jawaban terhadap beberapa permasalahan yang melekat pa­da kurikulum 2006, bertujuan ju­ga untuk mendorong peserta didik atau siswa, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan meng­omunikasikan (mempresentasikan), apa yang di­ per­oleh atau diketahui setelah siswa menerima materi pembelaj­aran. Melalui pendekatan itu di­harapkan siswa kita memiliki kom­petensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang jauh lebih ba­ik. Mereka akan lebih kreatif, inovatif, dan lebih produktif. Sedikitnya ada lima entitas, masing-masing peserta didik, pendidik dan tenaga kepe­ndidikan, manajemen satuan pendidikan, Negara dan bangsa, serta masyarakat umum, yang diharapkan mengalami perubahan. Skema 2 menggam­barkan perubahan yang diharapkan pada masing-masing en­itas. Sumber berita www.kemdikbud.go.id